Selamat Datang

Senin, 23 April 2012

MAKALAH PENDIDIKAN ISLAM (MANAJEMEN PENGELOLAAN KELAS)



MAKALAH
MANAJEMEN PENGELOLAAN KELAS

ASPEK FUNGSI DAN FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP MANAJEMEN KELAS
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas dan sebagai bahan diskusi



Disusun Oleh:

Ahyadi


SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH AL-KHAIRIYAH CILEGON
2012




BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Proses pendidikan yang dilaksanakan di sekolah didominasi oleh kegiatan belajar mengajar (92,6 % dari seluruh waktu yang ada di sekolah ada pada proses belajar mengajar) dengan bimbingan guru. Oleh karena itu 92,6 % pula keberhasilan pendidikan di sekolah secara logika akan ditentukan oleh kualitas kegiatan proses belajar megajar, sekalipun masih banyak faktor lain yang berpengaruh, dalam hal ini adalah guru sebagai peran utamanya.
Kelas merupakan wahana paling dominan bagi terselenggaranya proses pembelajaran bagi anak-anak sekolah. Kedudukan ‘Kelas’ yang begitu penting mengisyaratkan bahwa tenaga kependidikan yang profesional yang dikehendaki, terutama guru, harus profesional dalam menyediakan kelas bagi terselenggaranya proses pendidikan dan pembelajaran yang efektif dan efisien.[1]
Kondisi kelas pada saat pembelajaran biasanya diciptakan suasana yang tenang, tertib tak ada kewenganan apapun dari siswa kecuali guru, siswa diupayakan menjadi pendengar yang setia, sedangkan guru disiapkan untuk menjadi pembicara yang hebat, sedangkan buku, peraga dan media pembelajaran lain tidak banyak diperankan. Meskipun pada kenyataannya tidak semua suasana kelas tersebut tercipta oleh setiap guru yang mengajar, bahkan kadang-kadang suasana menjadi sebaliknya yaitu suasana kelas gaduh, banyak siswa berbicara sendiri- sendiri, banyak yang tidak membawa buku dan sebahgainya, dan tidak sedikit guru yang menyerah pada kondisi seperti ini dengan cara meninggalkan kelas dan memberikan catatan atau tugas kepada siswanya.
Akibat dari kondisi kelas yang kurang kondusif dalam pembelajaran maka berdampak pada tujuan belajar , guru, siswa maupun proses pembelajaran itu sendiri antara lain :
  • Guru menjadi jenuh tidak bersemangat dalam mengajar.
  • Siswa tidak kreatif yang berakibat rendahnya imaginasi dan idea pada siswa,
  • Siswa timbul kebosanan dalam belajar dan cenderung ngantuk, atau bermain sendiri atau ada yang tertekan.
  • Pembelajaran tidak mencapai tujuan (tidak efektif )
Siswa di kelas bertujuan untuk belajar bersama guru, sehingga ketercapaian siswa di kelas sangat ditentukan ketercapaian tujuan belajar dari siswa. Jika siswa telah mencapai tujuan belajar maka tercapai pula tujuan pembelajaran tersebut.
Agar proses belajar di kelas dapat efektif maka siswa dan guru perlu memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar. Menurut Sukamto faktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar adalah : (1) kemampuan siswa , (2) motivasi, (3) perhatian, (4) persepsi, pemrosesan informasi mencakup (5) ingatan, (6) lupa, (7) retensi, dan (8) transfer. Sedangkan faktor-faktor dari luar siswa adalah (9) kondisi belajar, (10) tujuan belajar, dan (11) pemberian umpan balik. ( Tuti S.1997.38 )
Oleh karena itu, tenaga pendidik perlu menyiapkan Manajemen Pengelolaan Kelas dalam proses pembelajaran. Sehingga proses pembelajaran dan berjalan lebih optimal dan efektif untuk mencapai tujuan pendidikan yang ingin dicapai.
Kata manajemen awalnya hanya populer dalam dunia bisnis komersial. Adapun dalam dunia pendidikan lebih dikenal ‘administrasi’ kelas. Jika dilihat dari proses kerja atau fungsi organiknya, administrasi dan manajemen dapat dikatakan sama. Meskipun ada ahli yang mengatakan bahwa manajemen merupakan inti dari kegiatan atau proses administrasi.[2]
Untuk memberikan pencerahan mengenai perbedaan manajemen dan administrasi, berikut disajikan deskripsi ringkas. Istilah manajemen dan administrasi adakalanya hanya dibedakan secara nominal menurut:
  • Sergiovanni at.al (1987), mengungkapkan bahwa di lingkungan Pendidikan Sekolahan sangat mungkin orang lebih suka menggunakan istilah administrasi daripada manajemen untuk membedakan dengan organisasi bisnis dan industri.
  • Krajewski at.al (1983), mengemukakan bahwa administrasi lebih luas daripada manajemen, menurutnya, titik tekan manajemen terletak pada dimensi-dimensi lebih teknis dari usaha untuk mencapai tujuan; sedangkan administrasi, disamping menyangkut tugas-tugas manajemen bagi pencapaian tujuan, juga menekankan pada penciptaan unitas dari dimensi-dimensi keorganisasian dan sasaran-sasaran yang ingin dicapai.[3]

B. PERUMUSAN MASALAH
1.      Apa yang dimaksud Manajemen Pengelolaan Kelas?
2.      Apa fungsi dan tujuannya?
3.      Apa faktor-faktor yang mempengaruhinya?

C. TUJUAN PENULISAN
  1. Untuk dijadikan sebagai bahan diskusi dalam pembelajaran.
  2. Agar pembaca dapat mengetahui dan memahami arti dan fungsi manajemen kelas.
  3. Agar pembaca dapat memahami pentingnya manajemen kelas untuk mencapai tujuan pembelajaran.










BAB II
ASPEK FUNGSI YANG MEMPENGARUHI MANAJEMEN KELAS

A. PENGERTIAN
  1. Manajemen
Istilah manajemen, terjemahannya dalam bahasa Indonesia hingga saat ini belum ada keseragaman, manajemen dan kepengurusan. Istilah manajemen mengandung tiga pengertian, yaitu sebagai proses, sebagai kolektifitas, sebagai seni dan ilmu.[4]
Menurut pendapat para ahli dalam mendefinisikan arti manajemen antara lain:
  1. Koontz Weihrich (1990:4): “The process of designing and maintaing an environment in which individuals, working together in groups, efficienty accomplish selected aim.” Manajemen merupakan proses dan mendesain dan memelihara lingkungan, yang individunya bekerja bersama dalam kelompok untuk mencapai tujuan tertentu secara efisien.
  2. Scanlan and Key (1979:7): manajemen sebagai proses pengoordinasian dan pengintegrasian semua sumber, baik manusia, fasilitas maupun sumber daya teknikal lain untuk mencapai tujuan khusus yang ditetapkan.[5]
  3. George. R. Terry: sebagai proses yang khas yang terdiri atas Planning, Organizing, Actuating dan Controlling (POAC) yang dilakukan untuk menentukan dan usaha mencapai sasaran-sasaran dengan memanfaatkan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya.
  4. Marry Parker Follet: manajemen ialah seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain.[6]
  5. Dalam Encyclopedia of The Social Sciense dikatakan bahwa: manajemen merupakan suatu proses dimana pelaksanaan suatu tujuan tertentu diselenggarakan dan diawasi.
  6. Haiman: manajemen merupakan fungsi untuk mencapai sesuatu melalui kegiatan orang lain dan mengawasi usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan bersama.[7]
Dari pendapat-pendapat para ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa manajemen merupakan ilmu atau seni dalam mendesain dan memelihara lingkungan melalui usaha-usaha bersama untuk mencapai tujuan tertentu.

     b. Kelas
Dalam Kamus Besar bahasa Indonesia, Kelas adalah ruangan tempat belajar di sekolah.[8]
Hornby dalam Oxford Advance Learner’s (1986); Class is groups of student taught together or location when this group meets to be taught: kelas merupakan tempat siswa yang belajar bersama atau suatu lokasi ketika kelompok itu menjalani proses pembelajaran pada tempat dan waktu yang diformat secara formal. Atau where a class of pupils or student taught: ruang tempat sekelompok siswa diajar atau menjalani proses pembelajaran.[9]

     c. Manajemen Kelas
Terdapat beberapa defenisi tentang manajemen kelas. Menurut konsepsi lama, manajemen kelas diartikan sebagai upaya mempertahankan ketertiban kelas. Menurut konsepsi modern manajemen kelas adalah proses seleksi yang menggunakan alat yang tetap terhadap problem dan situasi manajemen kelas (Lois V. Jhonson dan Mary Bany, 1970).[10]
Arikunto (dalam Djamarah 2006:177) juga berpendapat “ bahwa pengelolaan kelas adalah suatu usaha yang dilakukan oleh penanggung jawab kegiatan belajar mengajar atau yang membantu dengan maksud agardicapai kondisi optimal sehingga dapat terlaksana kegiatan belajar yang seperti diharapkan.” Pengelolaan dapat dilihat dari dua segi, yaitu pengelolaan yang menyangkut siswa dan pengelolaan fisik (ruangan, perabot, alat pelajaran).
Berdasarkan Pandangan Pendekatan Operasional Tertentu ( Disarikan dari Wilford A. Weber 1986 )
  1. Seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan dan mempertahankan ketertiban suasana kelas melalui penggunaan disiplin (Pendekatan Otoriter).
  2. Seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan dan mempertahankan ketertiban suasana kelas melalui intimidasi (Pendekatan Intimidasi).
  3. Seperangkat kegiatan guru untuk memaksimalkan kebebasan siswa (Pendekatan Permisif).
  4. Seperangkat kegiatan guru menciptakan suasana kelas dengan cara mengikuti petunjuk/resep yang telah disajikan (Pendekatan Masak).
  5. Seperangkat kegiataan guru untuk menciptakan suasana kelas yang efektif melalui perencanaan pembelajaran yang bermutu dan dilaksanakan dengan baik (Pendekatan Instruksional).
  6. Seperangkat kegiatan guru untuk mengembangkan tingkah laku peserta didik yang diinginkan dengan mengurangi tingkah laku yang tidak diinginkan (Pendekatan Pengubahan Tingkah Laku).
  7. Seperangkat kegiatan guru untuk mengembangkan hubungan interpersional yang baik dan iklim sosio-emosional kelas yang positif (Pendekatan Penciptaan Iklim Sosioemosional).
  8. Seperangkat kegiatan guru untuk menumbuhkan dan mempertahankan organisasi kelas yang efektif (Pendekatan Sistem Sosial)

Berdasarkan pendapat para ahli diatas maka dapat disimpulkan bahwa manajemen kelas merupakan keterampilan guru dalam menciptakan dan memelihara kondusifitas proses belajar mengajar secara efektif dan efisien untuk mencapai hasil yang optimal.

B. ASPEK, FUNGSI, TUJUAN DAN MASALAH MANAJEMEN KELAS
      a. Aspek Manajemen Kelas       
Manajemen kelas merupakan keterampilan yang harus dimiliki guru dalam memutuskan, memahami, mendiaknosis dan kemampuan bertindak menuju perbaikan suasana kelas terhadap aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam manajemen kelas adalah sifat kelas, pendorong kekuatan kelas, situasi kelas, tindakan seleksi dan kreatif ( Lois V.Johnson dan Mary A.Bany, 1970 ).
n  Penataan ruang kelas
·         Pengaturan tempat duduk
·         Pengaturan alat alat pengajaran
·         Penataan keindahan dan kebersihan kelas
·         Ventilasi dan tata cahaya
n  Pengaturan siswa
·      Pembentukan organisasi
·      Pengelompokan siswa
Menurut Roestiyah NK (1989:80), pengelompokan terbagi dua, yaitu:
n  Berdasarkan waktu :
·         Kelompok jangka panjang
·         Kelompok jangka pendek
n  Berdasarkan kecepatan:
·     Kelompok anak cepat
·     Kelompok anak lambat
      b. Fungsi Manajemen Kelas
  • Manajemen kelas selain memberi makna penting bagi tercipta dan terpeliharanya kondisi kelas yang optimal, manajenen kelas berfungsi :
    Memberi dan melengkapi fasilitas untuk segala macam tugas seperti : membantu kelompok dalam pembagian tugas, membantu pembentukan kelompok, membantu kerjasama dalam menemukan tujuan-tujuan organisasi, membantu individu agar dapat bekerjasama dengan kelompok atau kelas, membantu prosedur kerja, merubah kondisi kelas.
  • Memelihara agar tugas – tugas itu dapat berjalan lancar.
    Masalah manajenen kelas dapat dikelompokkan ke dalam dua kategori yaitu : masalah individual dan masalah kelompok.
Menurut J. M Cooper (1977), bahwa fungsi Manajemen pengelolaan kelas adalah sebagai berikut:
  • Sebagai proses untuk mengendalikan atau mengontrol prilaku siswa di dalam kelas.
  • Sebagai upaya menciptakan kebebasan bagi diri siswa.
  • Sebagai proses pemodifikasian prilaku peserta didik.
  • Sebagai proses menciptakan sosioemosioanal yang positif dalam kelas.
  • Upaya pemberdayaan (empowering) sebuah sistem sosial atau proses kelompok sebagai intinya.[11]
Jadi, fungsinya sebagai upaya dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi peserta didik untuk mencapai tujuan pengajaran secara efektif dan efisien.
c. Tujuan Manajemen Kelas
Tujuan Manajemen Kelas secara umum adalah untuk mengembangkan kerjasama dan dinamika kelas stabil agar setiap anak di kelas dapat belajar dengan baik dan tertib, sehingga tercapai tujuan pengajaran secara efektif dan efisien.
Tujuan manajemen kelas adalah :
  1. Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar, yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.
  2. Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi pembelajaran.
  3. Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan social, emosional dan intelektual siswa dalam kelas.
  4. Membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya serta sifat-sifat individunya ( Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen tahun 1996 : 2 )
     d. Masalah Manajemen Melas
Munculnya masalah individual disebabkan beberapa kemungkinan tindakan siswa seperti :
  1. Tingkah laku yang ingin mendapat perhatian orang lain.
  2. Tingkah laku yang ingin menujukkan kekuatan.
  3. Tingkah laku yang bertujuan menyakiti orang lain.
  4. Peragaan ketidakmampuan.
Sedangkan masalah-masalah kelompok yang mungkin muncul dalam kelas, diantaranya sebagai berikut :
  1. Kelas kurang kohesif lantaran alasan jenis kelamin, suku, tingkatan sosial ekonomi, dan sebagainya.
  2. Penyimpangan dari norma-norma tingkah laku yang telah disepakai sebelumnya.
  3. Kelas mereaksi negatif terhadap salah seorang anggotanya.
  4. “Membombang” anggota kelas yang justru melanggar norma kelompok.
  5. Kelompok cenderung mudah dialihkan perhatiannya dari yang tengah digarap, semangat kerja rendah, kelas kurang mampu menyesuaikan diri dengan keadaan baru seperti gangguan jadwal guru terpaksa diganti sementara oleh guru lain. ( Lois V.Johnson dan Mary A.Bany, dalam M.Entang dan T.Raka Joni1983 ).

C. FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH PADA MANAJEMEN
     KELAS
Lahirnya usaha pengelolaan kelas ialah karena ada ketimpangan-ketimpangan dalam pendidikan dan proses belajar mengajar.[12] Secara umum faktor yang mempengaruhi manajemen kelas dibagi menjadi dua golongan yaitu, faktor intern dan faktor ekstern siswa.
  1. Faktor intern siswa:
    • Kondisi fisiologis; Kondisi ini berhubungan dengan masalah kesehatan tubuh, dan lain-lain.
    • Kondisi psikologis; kesehatan mental, kecerdasan, emosi, pikiran, dan perilaku,dan lain-lain.
  1. Faktor ekstern siswa:
    • Lingkungan (alam dan social)
    • Instrumental (terkait dengan masalah kurikulum, program/bahan ajar, sarana dan prasarana, tenaga didik, dan lain sebagainya).[13]
Menurut Muhibbin Syah, M.Pd, berpendapat bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi belajar adalah:
  1. Faktor intern yaitu keadaan siswa, baik jasmani maupun rohani.
  2. Faktor ekstern yaitu kondisi lingkungan sekitar siswa.
  3. Faktor pendekatan belajar (Approach to Learning), yaitu jenis upaya proses pembelajar siswa yang meliputi strategi dan metode yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran materi-materi pelajaran.[14]

D.    PENGARUH MANAJEMEN KELAS DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI KELAS
·         Pembelajaran yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh pembaharuan kurikulum, fasilitas yang tersedia, kepribadian guru yang simpatik, pembelajaran yang penuh kesan, wawasan pengetahuan guru yang luas tentang semua bidang, melainkan juga guru harus menguasai kiat memanejemeni kelas.
·         Pemahaman akan fungsi dan factor-faktor yang data mempengaruhi proses pembelajaran di dalam kelas akan dapat membantu guru dalam aktualisasi manajemen kelas, hal ini akan menjadi filter-filter penyaring yang menghilangkan kekeliruan umum dari manajemen kelas.
·         Manajemen kelas dapat mempengaruhi tingkat kualitas pembelajaran di kelas karena manajemen kelas benar-benar akan mengelola susasana kelas menjadi sebaik mungkin agar siswa menjadi nyaman dan senang selama mengikuti proses belajar mengajar. Oleh karena itu, kualitas belajar siswa seperti pencapaian hasil yang optimal dan kompetensi dasar yang diharapkan dapat tercapai dengan baik dan memuaskan. Selain itu, manajemen kelas juga akan menciptakan dan mempertahankan suasana kelas agar kegiatan mengajar dapat berlangsung secara efektif dan efisien.
·         Di samping itu juga, dengan manajemen kelas tingkat daya serap materi yang telah diajarkan guru akan lebih membekas dalam ingatan siswa karena adanya penguatan yang diberikan guru selama proses belajar mengajar berlangsung.


BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
  1. Manajemen kelas merupakan keterampilan guru dalam menciptakan dan memelihara kondusifitas proses belajar mengajar secara efektif dan efisien untuk mencapai hasil yang optimal.
  2. Fungsi manajemen kelas yaitu sebagai upaya dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi peserta didik untuk mencapai tujuan pengajaran secara efektif dan efisien. Sedangkan Tujuan Manajemen Kelas adalah untuk mengembangkan kerjasama dan dinamika kelas stabil agar setiap anak di kelas dapat belajar dengan baik dan tertib, sehingga tercapai tujuan pengajaran secara efektif dan efisien.
  3. Faktor yang berpengaruh pada manajemen yaitu, faktor intern siswa (fisiologis maupun psikologis)dan faktor ekstern siswa (lingkungan dan instrumental).
B. SARAN
Manajemen kelas sangat penting dalam proses belajar mengajar agar tercipta  suasan yang kondusif di dalam kelas. Oleh karena itu, sebaiknya sebagai tenaga pendidik dipandang perlu untuk memiliki keterampilan dalam memenej kelas, sehingga akan tercipta proses pembelajaran yang lebih efektif dan efisien.
Semakin banyak kita dapat meluangkan waktu untuk membaca maka wawasan pun akan semakin bertambah, dan semakin bertambahnya wawasan maka akan semakin mudah untuk dapat memahami. Sehingga khazanah keilmuan akan dapat mempermudah kita dalam melakukan suatu manajemen.
Demikian makalah ini kami susun. Semoga dapat bermanfaat bagi penysun pada khususnya, dan bagi pembaca pada umunya. Amin.




DAFTAR PUSTAKA
  • Ahmadi, Abu dan Prasetya, Joko Tri. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia. 1997.
  • Danim, Sudarwan. Inovasi Pendidikan: dalam Upaya Peningkatan Profesionalisme Tenaga Kependidikan. Bandung: Pustaka Setia. 2002.
  • Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: 1995.
  • Manulang, M. Dasar-dasar Manajemen. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. 2005.
  • Nata, Abuddin. Manajemen Pendidikan. Jakarta: Prenada Media. 2003.
  • Rusyan, A. Tabrani. Proses Belajar Mengajar; yang Efektif Tingkat Pendidikan Dasar. Bandung: Bina Budaya. 1993.
  • Subardi, Agus. Manajemen Pengantar; Edisi Revisi. Yogyakarta: UPP AMP YKPN. 2001.
  • Syah, Muhibbin. Psikologi Pendidikan; dalam Pendekatan Baru. Bandung: Pustaka Setia. 2002.
  • Soediyarto. Menuju Pendidikan Nasional yang Relevan dan Bermutu. Jakarta: Balai Pustaka. 1993.
  • http://aadesanjaya.blogspot.com/2012/01/manajemenkelas.html


[1] Sudarwan Danim. Inovasi Pendidikan: dalam Upaya Peningkatan Profesionalisme Tenaga Kependidikan. Bandung: Pustaka Setia. 2002., hal: 161.
[2] Ibid., hal: 162
[3] Ibid., hal:163
[4] M. Manulang. Dasar-dasar Manajemen. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. 2005., hal: 3
[5] Op. Cit., hal: 164
[6] Agus Subardi. Manajemen Pengantar; Edisi Revisi. Yogyakarta: UPP AMP YKPN. 2001., hal: 3-4.
[7] Op. Cit., hal: 3
[8] Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: 1995
[9] Op. Cit., hal: 167
[10] Ibid., hal: 180
[11] Ibid., 169.
[12] A. Tabrani Rusyan. Proses Belajar Mengajar; yang Efektif Tingkat Pendidikan Dasar. Bandung: Bina Budaya. 1993., Hal: 161.
[13] Abu Ahmadi dan Joko Tri Prasetya. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia. 1997., hal: 103.
[14] Muhibbin Syah. Psikologi Pendidikan; dalam Pendekatan Baru. Bandung: Pustaka Setia. 2002.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar